Beranda > Ilmu Pengetahuan, Perikanan dan Kelautan > Bakteri Clostridium Botulinum Pada Ikan Kalengan

Bakteri Clostridium Botulinum Pada Ikan Kalengan

ikan-kaleng

Bakteri Clostridium Botulinum

Dibalik Nikmatnya Ikan Kalengan


Siapa yang tidak kenal ikan, salah satu bahan pangan hewani yang kaya akan kandungan protein, asam lemak tak jenuh, vitamin dan mineral yang sangat penting bagi tubuh. Disamping itu, ikan juga termasuk salah satu bahan pangan yang mudah rusak/busuk sehingga memerlukan penanganan dalam pengolahannya. Salah satu bentuk produk teknologi pengolahan ikan ini adalah “ikan kalengan” yang kini banyak dijual dan dikonsumsi masyarakat.

Salah satu tujuan dari penglengan ikan adalah agar bahan pangan dapat disimpan lebih lama. Ikan kalengan yang kita lihat dan konsumsi tersebut merupakan hasil dari berbagai tahap tahap produksi yang sudah memiliki standarisasi untuk menjaga mutu dan layak untuk dikonsumsi.

Penyajiannya yang instan menjadi salah satu faktor masyarakat untuk mengkonsumsi ikan kalengan. Beli, buka, proses pemasakan yang sebentar (ikan kalengan telah melewati proses pemasakan awal), sajikan dan makan. Tidak salah ikan kalengan ini populer bagi ibu rumah tangga dan anak kost yang super sibuk dan enggan sibuk.

Tetapi, apakah semua orang tahu bahwasanya pada ikan kalengan terdapat satu jenis bakteri yang membahayakan bahkan bisa mengakibatkan kematian???

Nama bakteri tersebut adalah “Clostridium Botulinum” yang menghasilkan racun “Botulin”. Clostridium Botulinum merupakan bakteri yang tahan panas. Kurangnya kontrol produksi pada saat pemanasan akan menyebabkan bakteri ini aktif kembali pada saat penyimpanan.

Timbul pertanyaan spontan kita sebagai orang awam, bagaimana konsumen bisa mengetahui ikan kalengan itu mengandung bakteri Clostridium Botulinum???

Satu satunya cara untuk mengetahui apakah ikan kalengan yang akan dibeli mengandung bakteri Clostridium Botulinum secara visual adalah dengan melihat bentuk fisik dari kemasan. Ikan kalengan yang mengandung bakteri ini kemasannya akan menggembung di bagian tutupnya. Hal ini disebabkan karena adanya pembentukan gas (Hidrogen dan Karbondioksida) yang disebabkan oleh pertumbuhan bakteri yang bersifat anaerobik.

Penampakan kaleng yang kembung dapat dibedakan sebagai berikut :

  1. Flipper : kaleng terlihat normal, tetapi apabila salah satu tutupnya diktekan dengan jari maka tutup yang lainnya akan menggembung.
  2. Springer/kembung sebelah : salah satu tutup kaleng terlihat normal sedangkan tutup yang lain kembung. Apabila tutup yang kembung ditekan maka akan masuk ke dalam dan tutup yang lain akan menggembung.
  3. Kembung lunak : kedua tutup kaleng kembung tetapi tidak keras dan masih bisa ditekan dengan jari.
  4. Kembung keras : kedua tutup kaleng kembung dan keras sehingga tidak dapat ditekan dengan jari. Pada kerusakan yang sudah lanjut dimana pembentukan gas sudah sangat banyak, kaleng dapat meledak karena sambungan kaleng tidak dapat menahan gas dari dalam.

Hal lain yang juga perlu dalam membeli ikan kalengan :

  1. Melihat tanggal kadaluarsa
  2. Pemudaran warna pada kaleng.
  3. Melihat apa ada karat pada kemasan.

Cukup sekian tulisan ini, semoga bermanfaat bagi kita semua.

Tulisan ini dikutip dari :

About these ads
  1. ali
    2 Maret 2009 pukul 22:04

    gw suka banget makan sardin gimana dong cin, hik hik takut gw

    • cinduatakacauhariujan
      3 Maret 2009 pukul 03:17

      gak gimana gimana li, hajar aja…
      tinggal liat kalengnya saat beli….

  2. 28 Mei 2010 pukul 21:18

    maff saya perlukan maklumat tentang bakteria dan mikroyng terkandung di dlm sardin…….mf saya tidak memahami bahasa yang ditulis…..saya mohon menggunakan bahasa melayu baku atau bahasa inggeris..

  3. 28 Mei 2010 pukul 21:27

    maff saya perlukan maklumat tentang bakteria dan mikro yang terkandung di dlm sardin…….mf saya tidak memahami bahasa yang ditulis…..saya mohon menggunakan bahasa melayu baku atau bahasa inggeris..

  1. No trackbacks yet.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: