Beranda > My Family, My Life > mom…

mom…

luv72Kenangan yang Lama Tersimpan


Mama…

Ingatan kembali memutar waktuku jauh ke masa lalu. Kurasakan kembali betapa besar cinta dan kasih sayangmu, kurasakan juga hangatnya pelukan dan lembutnya sentuhanmu. Masa itu telah lama berlalu, masa dimana selalu ada cinta, kasih sayang, canda dan tawa untukku anakmu. Masa masa indah yang takkan pernah terlupakan.

Kuiingat…

19 tahun lalu dirimu pergi. Pendarahan ketika melahirkan si bungsu merenggut nyawamu. Aku tahu, aku sadar itu semua sudah suratanNya. Meski aku mendapatkan seorang adik yang cantik, tapi tetap kepergianmu meninggalkan kesedihan yang teramat dalam.

Mama…

Bagiku, 7 tahun bersamamu teramat singkat. 7 tahun umurku ketika kepergianmu, namun ingatan di hati dan pikiranku mungkin hanya setengahnya Ma…

Tahukah Ma…

Disaat kepergianmu, tidak sedikitpun aku mengerti. Aku melihat banyak orang menangis di sekeliling tubuhmu yang terbujur kaku. Kulihat Papa membelai wajah dan rambutmu, kulihat abang menangis terisak. Tapi aku sungguh tidak mengerti Ma. Maafkan anakmu ini yang hanya bisa tertawa dan bermain dengan teman sebayaku pada saat itu.

Tahukah Ma…

Ketika aku berumur 11 tahun. Ditengah perjalananku menuju Jakarta, saat menanti kapal di pelabuhan Bakahuni, aku duduk bersama abang di atap mobil memandang langit di malam yang berbintang. Entah mengapa, kuingat dirimu Ma…Kulihat wajahmu dilangit yang luas itu Ma… Tak terasa jatuh airmataku. Hatiku begitu sedih pada saat itu, namun tak tahu mengapa. Lalu kubertanya “bang, Mama sudah meninggal ya?”. Abang mengangguk lesu dan menangis seraya memelukku. Itu kali pertama aku sadar, aku mengerti bahwa dirimu tidak lagi ada di dunia ini. Maafkan aku Ma… Setelah 4 tahun kepergianmu baru aku sadar dan mengerti, maafkan anakmu ini…

Tahukah Ma…

Sejak ku mengerti akan semuanya, selama 3 tahun lamanya kumenangis dikala malam menghampiri. Meskipun Papa utuh memberikan cinta dan kasih sayangnya padaku, meski pagi hingga soreku tertawa riang bersama teman temanku, tapi tetap malamku dihiasi isak tangis Ma… Tak seorangpun yang tau itu, dan akupun enggan memberitahu. Malamku, kasurku dan bantalku menjadi saksi bisu itu semua. Kutahan suara tangis yang terisak agar tidak seorangpun yang mendengar dan tahu. Begitu sedih dan pilu terasa…

Mama…

Aku tak punya potretmu ma. Kuingat dulu ada potretmu dirumah kita. Ada album yang berisikan potretmu dan kita sekeluarga. Pernah kumencari tapi tidak kutemukan lagi. Hanya memori singkat denganmu yang ku punya Ma. Ya Allah, jangan Engkau hapus ingatanku akan Mamaku yang sedikit ini, hanya itu yang kupunya…

Kini…

19 tahun sudah waktu berlalu sejak kepergianmu. Seingatku, aku tak pernah sekalipun memimpikanmu. Kenapa Ma??? Aku rindu dirimu Ma, rindu yang teramat dalam. Aku ingin melihatmu meskipun hanya dalam mimpi. Datanglah dalam mimpiku Ma, lihat anakmu ini yang telah tumbuh dewasa. Datanglah dalam mimpiku Ma, hampiri aku, tersenyumlah padaku dan peluk aku. Datanglah dalam mimpiku Ma… Meski hanya sekali, meski hanya sebentar dan meski hanya mimpi tapi aku mau…

Mama…

Semoga dirimu tenang di alam sana. Maafkan semua kesalahan yang pernah kuperbuat, maafkan jika aku sering membuatmu jengkel dikala hidupmu, maafkan aku Ma…

Mama…

Hanya do’a yang bisa kuberikan untukmu, semoga doaku didengar Allah SWT layaknya doa anak yang sholeh untuk orangtuanya.

Ya Allah, ampuni segala dosa dosa Mamaku, terimalah semua amal ibadah Mamaku semasa hidupnya di dunia, dan tempatkanlah Mamaku disisiMu layaknya sebagai orang yang beriman yang Engkau ridhoi Ya Allah…

Amin…

By : cinduatakacau_hariujan

Dedicate to my Mama


Kategori:My Family, My Life Tag:
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: