Beranda > My Family, My Life > Dad…

Dad…

luv73Kenanganku Akanmu

Tubuh lumayan gendut dengan kulit hitam, wajah yang selalu dihiasi senyum, suara lantang tapi sangat penyayang. Yahhhh, itulah dirimu Pa, yang akan selalu ada di hati ini.

Tidak terasa 2 tahun sudah dirimu pergi…

Sejak kepergian Mama, bertahun tahun dirimu mencoba membahagiakan aku dan anak anakmu yang lain. Jatuh dan mencoba bangkit kembali dengan segala keterbatasan yang ada. Meski ku tau semua berat bagimu, tapi senyuman tak sedikitpun hilang dari wajahmu. Tegarnya dirimu menjalani hari hari dengan segala kerikil kerikil tajam jalan hidupmu.

Kuingat Pa…

Disaat aku menyampaikan keinginanku untuk kuliah, aku bertanya padamu “Pa, aku ingin kuliah di Padang, apakah Papa ada duit simpanan untuk uang masuk dan biaya kuliahku?”. Dengan lembut dirimu menjawab “Jika memang benar benar ingin kuliah Papa akan berusaha mencarikan duit untuk itu. Cukup kuliah yang baik dan belajar yang benar, dan jangan pikirkan duit ataupun masalah yang lain. Memang sekarang Papa tidak ada simpanan, tapi rezeki di tangan Allah SWT, jika Papa berusaha insya Allah akan ada jalannya”. Pa, andai dirimu tau, jawabanmu saat itu sungguh membuatku tenang dan kuingat sampai sekarang.

Kuingat Pa…

Meski saat aku wisuda dirimu tidak duduk di bangku VIP, tapi setidaknya aku pernah mendapatkan IP tertinggi di satu semester. Aku lulus pada waktunya dengan IPK yang cukup memuaskan. Meski itu bukanlah hadiah yang pantas atas semua pengorbananmu Pa, tapi engkau tetap memberikan senyuman terindah dan pelukan hangat untukku. Trimakasih Pa…

Pa…

Kuingat, lebaran idul fitri 3 tahun silam dirimu terbaring sakit. Dirimu mengerang menahan sakit di tengah meriahnya perayaan hari kemenangan. Sampai akhirnya dirimu dirawat inap di rumah sakit dan menghembuskan nafas terakhir disana.

Maafkan aku Pa…

Disaat dirimu terbaring sakit, disaat hari hari terakhirmu aku tidak selalu ada disampingmu. Hampir 3 bulan dirimu dirawat, hanya 2 minggu aku berada disampingmu. Meski jarak memisahkan kita pada saat itu, aku di Pekanbaru bekerja dan dirimu ada di Padang terbaring sakit, tapi itu tidak bisa dijadikan alasan aku tidak bisa menemani hari hari terakhirmu. Aku salah Pa… Maafkan aku…

Kuingat Pa…

Pagi itu, abang menelfonku dan berkata “ucapkan dua kalimat syahadat dek, Papa sedang susah”. Pada saat itu aku tidak tau Papa dalam keadaan sakratul maut dan abang pun tidak mengatakan. Tidak lama berselang abang menelfonku kembali memberi kabar bahwa dirimu telah meninggalkan kami semua. Tak Kusangka, kalimat syahadat yang kuucapkan itu adalah untuk menuntunmu lepas dari sakratul maut.


Papa…

Maafkan aku yang belum memberikan apa apa dikala hidupmu. Bahkan disaat mempunyai penghasilan sendiri aku pun kerap menyusahkanmu.

Tahukan Pa…

2 minggu setelah kepergianmu, abang berkata padaku bahwasanya dia memimpikan dirimu. Dia berkata “Senang rasanya dek!! Adek sudah pernah kan mimpi Papa?”. Aku hanya terdiam Pa, tak bisa berkata, karena sampai sekarang aku belum pernah sekalipun memimpikanmu.

Pa…

Setelah kepergianmu, disatu sisi aku merindukan rumah kita Pa. Rumah yang penuh kenangan akan dirimu. Disisi lain, aku sedih. Setiap kali aku pulang perih terasa dihati ini. Kuingat, ketika aku kembali ke rumah dirimu membukakan pintu dengan senyuman menyambut kedatanganku. Kini semua itu takkan terulang. Sering aku merasa dirimu akan menyambutku pulang seperti dulu, tapi aku tau itu tidak mungkin. Maafkan aku yang sampai sekarang masih mengeluarkan airmata mengingat semua kenangan itu.

Papa…

Masih banyak kenangan indah tentangmu dihati ini. Biarlah semua menjadi kenangan indahku bersamamu.


Pa…

Semoga dirimu tenang di alam sana. Maafkan semua kesalahan yang pernah kuperbuat, maafkan jika aku sering membuatmu jengkel dikala hidupmu, maafkan aku Pa…


Papa…

Hanya do’a yang bisa kuberikan untukmu, semoga doaku didengar Allah SWT layaknya doa anak yang sholeh untuk orangtuanya.

Ya Allah, ampuni segala dosa dosa Papaku, terimalah semua amal ibadah Papaku semasa hidupnya di dunia, dan tempatkanlah Papaku disisiMu layaknya sebagai orang yang beriman yang Engkau ridhoi Ya Allah…

Amin…

By : cinduatakacau_hariujan

Dedicate to my Papa

Kategori:My Family, My Life Tag:
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: