Beranda > Lain Lain, My Life > Iseng Doank……Cerita Gokil Anak Minang Gede di Riau

Iseng Doank……Cerita Gokil Anak Minang Gede di Riau

lele

Memori Kuliah n’ Kost

#5 Machine, Lele dan Cabe


Apa hubungan Machine, lele dan cabe??? Simak cerita berikut ini, don’t go anywhere n’ stay tune, wakakakakkkk….

Machine adalah nama alias untuk temen gw yang satu ini. Anaknya berkarakter banget. Potongan badan gak tinggi gak ceper, gak gemuk gak kurus, dan punya potongan rambut belah pantat terkadang mirip Andy lau (eleeh eleeeh Chine, cakep juga loe). Kalo beliau berjalan wajahnya mendongak ke atas (alhamdulillah belom pernah nabrak orang, masuk got n’ nabrak tiang listrik sering, hehehe….) dan dada busung (jumawa begete gayanya).

Bakatnya segunung dink! Dia sastrawan. Jago bikin dan baca puisi, lihai bikin naskah operet sekaligus sebagai pemeran. Banyak dari karya karya nya yang sudah ditampilkan baik masa SMU maupun kuliah. Anaknya juga sangat berambisi, otaknya penuh dengan bermacam macam ide yang terkadang bagi orang lain yang lebih pinter tidak masuk akal (gw gak bilang lo oneng lo Chine, xixixi….).

Tapi ada satu hal yang menurut gw gak lazim dari tabiat Machine, yaitu tempat yang paling disukainya untuk mendapatkan ilham, isnpirasi dan sebangsanyalah adalah toilet alias WC. Saat yang paling maknyuzz baginya untuk berinspirasi adalah ketika dia boker!! Machine bisa betah nongkrongin tu lobang WC ampe 3 jam lamanya, bayangkan sodara sodaraku sebangsa dan setanah air (jayus!). Sampe sekarang tabiatnya ini belum bisa gw mengerti, gak kebayang gw harus nongkrong di WC ampe 3 jam (mana WC nya gak WC duduk lagi! pegel boooo’!!), blom lagi bau boker yang sekelas bangke di atas pete dan jengki semerbak menusuk hidung yang lobangnya gede (hueeeeeeeeeeeks…!!!). Gak sampe disana dink! Kalo pagi hari dia malah ngebet pengen masuk WC duluan, gak mikir anak anak lain pada mo nguli ato mo boker juga. Kalo itu terjadi, cacian makian (pokoke rangkaian kata kata mutiara lah) disambung gedoran pintu WC akan menambah indahnya suasana pagi di kos an gw (rame nya ngalah ngalahin pasar!!).

Ini cerita tentang ide ide Machine untuk mendapatkan duit jajan tambahan. Di awal masuk kuliah, Machine dan senior senior kost an (termasuk abang gw) berencana beternak lele. Dipilih lele karena masa panen ikan ini tidak terlalu lama dan tidak terlalu perlu perawatan yang berlebihan. Konon kata orang orang tua, ikan lele ini kalo kita masukin di kolam dikasih makan taik juga bakalan gede (itu katanya, hehehe…).

Berhubung kolamnya da kelar digali ketika kami ospek, mereka pun iuran untuk membeli bibit dan makanan ikan (yang ikut 5 orang kalo gak salah, tidak termasuk gw). Kolam yang berukuran 1,5 x 2,5 meter ini di isi bibit yang lumayan banyak (pastinya gw lupa brapa ekor dink, sorry!!!). Asli cute banget tu bibit lele, berenang kian kemari, kadang nyembul ngambil nafas dan kembali diving menyusuri kolam cukup lama tanpa tabung gas (wew…).

Awal awalnya sich gak ada masalah ma lele lele ini. Tapi sebulan kemudian mulai ada keanehan yang terjadi. Lele yang beranjak dewasa dan mulai mengerti apa itu cinta (seeeettt daghhh!!! kaya’ gw aja tu lele) tidak lagi berenang bebas seperti sediakala. Jangankan berenang hilir mudik bolak balik kaya’ batu giling, bergerak aja gak tu lele. Sekian banyak lele di dalam kolam itu hanya diam di permukaan (mungkin masih ada yang di dalam sich, gak keliatan aja, hihihi…), yang bikin grogi itu posisinya dink!!! Dipermukaan kolam lele lele itu posisinya berdiri tegak lurus (sumpah ini gak bohong!!!). Itu pertama dan yang terakhir gw liat ikan dalam posisi berdiri layaknya tentara berbaris. Keadaan ini berlangsung cukup lama, membuat yang punya ikan bingung mo ngapain. Mungkin jumlah ikan yang dimasukin gak sesuai dengan luas kolamnya kali yeee. Lumayan banyak lele lele itu yang binasa meninggalkan teman teman seperjuangannya (ohhhh… sedihnya, hiks hiks….).

Sebulan kemudian, insiden baru terjadi lagi. Kalo ngeliat isi kolam kok sepi banget gitu, hanya sedikit ikan yang keliatan bercanda sesamanya (ya iyaalah!!! masa bercanda ma gw). Kemana yang lain??? Apa mate? Apa ngeramin telor di dasar kolam? Gak tau juga. Setelah selidik punya selidik, ternyata sejenis predator sering berada di kolam tersebut. Nama predator ini biawak (tau kan biawak?? mirip buaya gitu, kabarnya orang cina demen banget gak tau buat apaan).

Biawak said “lumbung makanan nich, sambil berendam mandi bersihin tubuh yang lecek bisa makan enak juga, indahnya dunia ini” (bisa aja loe biawak,hehehe…).

Perburuan pun dimulai. Biawak pun tertangkap, cerita inipun pun berakhir (oiiiiii…!!! blom coyyy, masih ada lanjutannya). Setelah biawak tertangkap, seluruh penghuni kost gotong royong membersihkan semak belukar di belakang rumah untuk mengantisipasi biawak biawak lain datang. Ada hikmahnya juga kejadian ini, semak belukar itu akhirnya bersih juga (kalo biawak ini gak muncul mungkin semak itu akan jadi hutan kaleee, hehehe…).

4 bulan kemudian dipanenlah lele ini. Siap dipasarkan dan dikonsumsi masyarakat. Ternyata masih banyak juga dink lele nya, meski telah terjadi 2 insiden. Pertumbuhan ikan lele ini tidak rata, ada yang besar banyak juga yang kecil. Bogel dan abang gw bertugas menjual ikan lele itu ke pasar, ikan yang dibawa seember gede dink, dan itu lom semua, masih ada termen kedua esok harinya. Siang hari dagangan terjual habis, laris manissss!!!!

“Habis sich habis, di angkotnya itu yang gak tahan, badan bau amis dikelilingi cewek cewek cakep, malunya…” bogel berkata lesu (sabar Gel, yang penting larissss!!!). Machine dan yang lainnya senang dapat duit tambahan.

Selain beternak lele, Machine juga pernah menanam cabe di halaman rumah kost. Telaten banget ni anak, kebun cabenya lumayan berhasil. Sebagian dijual sebagian lagi dikonsumsi bersama sama. Kadang ibu sebelah rumah iseng minta, kadang juga iseng beli.

Ide Machine yang gak kesampaian adalah beternak cacing dan jangkrik. Gak tau juga kenapa gak direalisaikan. Di akhir akhir kuliah dia berhasil membibitkan beberapa jenis ikan dilaboratorium dan kolam milik fakultas. Brapo brapo!!!!

Sedikit kutipan dari tulisan Bapak Mario Teguh tentang keuntungan para pemula yang kurang pandai versus para ahli yang berpengalaman, di buku “Becoming a Star”. Beliau mengatakan : “Pada pikiran para pemula terdapat banyak kemungkinan, tetapi pada pikiran para ahli hanya ada sedikit kemungkinan. Keuntungan lebih berpihak pada orang yang kurang pandai tetapi banyak mencoba daripada kepada mereka yang pandai tetapi tidak bertindak.”

Kenapa??? Karena seseorang yang tidak memiliki pengetahuan tentang sesuatu mempunyai pikiran yang terbuka untuk menerima dan akan mempercayai kemungkinan apapun. Mereka lebih terbuka untuk mempelajari hal hal baru yang mungkin juga merupakan sesuatu hal yang baru bagi yang sudah berpengalaman. Orang yang kurang pengalaman akan menyambut pembelajaran dengan ramah, cepat dan bersemangat daripada yang sudah berpengalaman. Para ahli sering mempersulit proses belajar akan sesuatu dengan mempertanyakan keabsahan dan pembuktian akan hal hal baru, sementara orang yang kurang pandai hanya menggunakan logika yang sederhana “bila kedengarannya logis kenapa tidak dicoba”. Dengan pikiran dan pertanyaan para ahli yang njelimet itu akhirnya membuat mereka urung untuk mencoba. Seseorang yang dikatakan pemula akan lebih beruntung apabila para ahli tidak mencoba sesuatu yang baru sama sekali, kemungkinan untuk menjadi sukses dan berhasil akan lebih besar.

Pilih mana??? Gak usah dijawab dech (gw gak denger juga, xixixiii…).

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: