Beranda > Lain Lain, My Life > Iseng Doank……Cerita Gokil Anak Minang Gede di Riau

Iseng Doank……Cerita Gokil Anak Minang Gede di Riau

food

Memori Kuliah n’ Kost


# 7 Kehidupan di Masa Paceklik


Waktu berlalu cepat, tak terasa kantong dan dompet memberi isyarat (hah!! khayalan tingkat tinggi!!) “alert alert!!! end of month is coming, end of month is coming!! Baru kemaren rasanya awal bulan, saat dimana anak kost berada di puncak kejayaan. Gimana gak, uang kiriman datang dink! Horeeee!!! Bisa melampiaskan hasrat terpendam di akhir bulan lalu. Semua dibeli, mulai dari SPP (sandang, pangan, papan, hehehe…), kebutuhan primer, sekunder, tersier, quarter (mane ade cing, maksa!!!) sampe membeli barang gak penting lainnya hanya karena ikut ikutan (merugi banget jadi mahasiswa, hiks hiks…). Tapi itu dulu coy!! Saat awal awal nge kost, belum kenal ma yang namanya strategi. Sekarang??? Teteeeeep sama aja… Hahahaha….


Akhir bulan, minggu terakhir setiap bulannya merupakan masa masa sulit bagi Gw dan temen temen kost lainnya (mungkin juga ini termasuk mayoritas kasus anak kost deh). Jangankan membeli sesuatu, bisa makan 2 kali sehari dah bersyukur banget. Disana ngutang, disini minjem. Di kampus menahan selera. Iler menetes dan jakun naik turun ngeliat orang orang pada makan (ohhh God…). Gaya bolehlah keren, necis dan klimis, tapi…(isi titik titik itu sesuai pengalamanmu, tak sanggup kuungkapkan perasaanku teman, hiks hiks…). Ohhh paceklik, kapan akan berlalu??? Minggu pertama sampe minggu ketiga yang lumayan panjang terasa cepat berlalu, ini cuma satu minggu terakhir rasanya buseeeet lamaaaa begete!!! Terulang dan terulang lagi (wew..).


Tau gak, akhir bulan itu memang fantastis. Banyak hal hal yang dilakukan membuat jatuh harga diri dan tidak memperdulikan adanya urat malu (hah!!! urat malu??? porno ne ceritanya, ckk ckk ckkkk). Tapi per-setanlah dengan harga diri, per-iblislah urat malu. Apalagi yang berhubungan dengan perut!!! Banyak tindak kriminal yang terjadi dengan alasan duit dan perut (yach…Gw ma temen temen gak sampe segitunya lah, gila aja kaleeee…).


Di akhir bulan, biasanya makan di akal akali. Makan diusahakan bisa 2 kali sehari, mentok mentoknya sekali lah (kereee bgt!!). Gimana caranya???

Gampang kok. Dilakukan dengan sistem jamak, sarapan pagi dijamak ma makan siang ato makan siang dijamak ma makan malam. Sistem penjamakan ini juga harus memperhitungkan waktu loh (ngirit juga butuh perhitungan, hehe…), kalo asal asal an bisa berefek samping pada tubuh (busung lapar, mag, de el el sebangsanya). Sedikit tips dari Gw tentang makan 2 kali sehari dengan sistem penjamakan :

1. Penjamakan sarapan pagi dan makan siang >>>

  • Usahakan waktu makannya berada di antara pagi dan siang, jam 10 ato 11an misalnya. Makan terlalu pagi akan mempercepat waktu lapar.
  • Makin lama waktu makannya makin bagus. Bahkan, kalo sanggup dan nekad, jam 2 an adalah waktu yang sangat baik untuk kasus penjamakan ini (sekalian aja puasa!!!).
  • Hindari makan makanan yang ringan (gak kapas loh, ini serius!!!), seperti sarapan lontong sayur dan sebangsanya, apalagi roti!!! Plz don’t do that!!!

2. Penjamakan makan siang dan makan malam >>>

  • Usahakan waktu makannya di antara sore dan malam, magrib contohnya. Bagi yang islam, berhubung makan saat azan magrib banyak yang melarang (ya iyalah, masa azan sambil makan, hahahaa….), pamali katanya, maka diundur ato dinaikkan aja waktunya, sebelum magrib ato sesudahnya.
  • Semakin malam kita makan semakin bagus. Hal ini sangat membantu untuk memperlama waktu makan penjamakan sarapan pagi dan makan siang esok harinya. Ingat!!! siklus ini terus akan berulang hingga paceklik berakhir di awal bulan.
  • Hindari makan mi!!! Hal ini akan merusak perhitungan waktu lapar dan waktu makan sistem penjamakan makan!!!


Apabila tips tips di atas sudah dikuasai, penderitaan di akhir bulan bagi anak kost bisa berkurang meski sedikit. Warning!!! Sistem penjamakan makan agar bisa makan 2 kali sehari ini bukanlah hasil penelitian!!! Hanya merupakan pengalaman pribadi Gw dan 3 sohib ajaib lainnya. Sistem ini juga tak lepas dari efek samping penyakit yang berhubungan dengan telat makan dan kelaparan!!! Kembali ke diri kita masing masing, kitalah yang paling tau dengan ketahanan tubuh kita sendiri dalam menghadapi kelaparan!!! Bwuahahahahaaa……


Memori indah masa paceklik Gw dan 3 sohib aneh lainnya adalah pada saat uang bener bener da tipis banget (asli kere!!). Sumpah urgent banget kondisinya. Pagi hari nan cerah itu, kami semua sangat kelaparan. Rasa lapar hanya ditipu ma minum air mineral, air dan air mineral lagi. Asli nelangsa banget!! Meski tetap tertawa dan bercanda, tapi wajah dan suara lapar perut gak bisa ditipu, Sumpah kuyu banget!!. Sampe sampe cacing dalam perut melakukan demo, memasang spanduk bertulisan “jangan teruskan penganiayaan ini”, ato “kasihanilah anak anak cacing miskin dan terlantar ini”, ato “makan!! makan!! makan!!” (khayalan tingkat tinggi, hehehe…). Tidak cukup sampe disitu, demo cacing berlanjut anarkis dengan memukul mukul dinding lambung menimbulkan bunyi sebagai tanda kelaparan.


“Kita kumpulin duit yang tersisa untuk beli mi buat sarapan yuk” sela Bogel memecah tawa kelaparan pada saat itu.

“Ide bagus tuh! Brapa dapatnya aja, trus kita masak” sahut Rhetux semangat.


Setelah dikumpul kumpul, ternyata tu duit cuma cukup untuk beli satu bungkus mi (bayangkan kere nya!!!). Kami pun melakukan gerilya pencarian duit duit receh di semua tempat, mulai dari saku celana dan baju yang belum dicuci (mana tau ada nyelip kan), lemari pakaian, bawah kasur, rak rak, dan tempat tempat lain yang kadang mustahil ada duit disana (saking pengennya makan, kemungkinan terkecil sekalipun dijabanin, heheheee…). Perjuangan tak sia sia, terkumpul duit untuk beli mi 3 bungkus. Alhamdulillah…


Setelah mi dibeli, tetep masih ada kendala. Ternyata eh ternyata kompor butut gak ada minyaknya. Gak mungkin rasanya memakan mentah mi yang cuma 3 bungkus. Memutar otak, akhirnya rice cooker menjadi pilihan jitu (ne barang Rhetux yang punya, dibawa dari kampung!!). Masukin air, tunggu mendidih, masukin bumbu mi, aduk dan selesai. Tanpa muqadimah kami semua berebutan (takut kehabisan dink, Bogel si raja makan, gede selera tenaga kurang, hahahaaa….). Selamatlah kami pagi itu. Masalah makan siang ato makan malam itu urusan belakangan, biarlah waktu yang menjawabnya, hehehee…


Pengalaman lain yang gak kalah seru dan ini ilmu!! (itu sich menurut Gw). Saat itu, di kost an ada sedikit beras, minyak kompor ada dan rice cooker. Pada saat kelaparan begitu, anak anak sempat sempatnya ngidam telor ceplok alias mata sapi. Duit receh yang tersisa kembali dikumpuli, cukup untuk membeli telor ayam 2 biji. Ehhh, pas mo goreng tu telor, minyak makan yang kaga’ ada. Sebenernya bisa aja bikin telor rebus, tapi berhubung ngidam goreng telor ceplok, alternatif ini di abaikan. Disini letak ilmunya menurut Gw. Entah tau darimana, Machine memotong daun pisang yang ada di belakang rumah. Setelah daun dicuci, diletakkannya di atas kuali yang sudah dipanaskan sebelumnya. Daun pisang yang kena panas itu keliatan berminyak, nah pada saat itulah telor digoreng. Hasilnya??? Luarrrrr binasa!!! Telor ceploknya jadi dink!! Bentuknya putih bersih, bagus dech tampilannya. Dan yang paling ajaib itu, aromanya!!! Khas dan beda banget aromanya dengan telor yang digoreng pake minyak makan. Swear, ini gak mengada ada!! Silahkan coba kalo gak percaya. Tapi Gw gak jamin gimana kandungan gizinya, berbahaya ato tidak, dll efek sampingnya, berhubung belum Gw teliti di laboratorium, hehehehe…


Satu keanehan lain dimasa paceklik adalah bagi laki laki yang merokok, termasuk Gw. Seperti apapun urgent situasinya, sekere apapun, yang namanya rokok itu selalu ada. Entah darimana dapatnya uang buat beli (ada juga sich yang ngumpulin puntung puntung rokok dirumah, ambil tembakau yang tersisa, dilinting kembali dan di isap, gilaaaaaa!!!!). Sempat ada cewek yang bilang (Gw lupa siapa), “laki laki itu adalah mahluk yang kaya, disaat makan senen kamis pun rokok itu tetap ada. Gimana mo bilang kere, ngakunya gak ada duit tapi duit dibakar bakar”. Hehehe… Bisa aja tu cewek, ada benarnya juga loh!!!


Itulah beberapa kisah Gw, Bogel, Rhetux dan Machine di masa paceklik saat nge kost. Menderita memang, nelangsa juga. Tapi disitulah seninya. Kebersamaan kita di uji saat itu. Thanks my friends…

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: