Arsip

Archive for the ‘Ilmu Pengetahuan’ Category

Kandungan Gizi dan Manfaat Rumput Laut

Sekilas Tentang Rumput Laut

Rumput laut adalah salah satu sumberdaya hayati (salah satu sumber daya dapat pulih “renewable resources” yang terdiri atas flora dan fauna) yang terdapat di wilayah pesisir dan laut. Dalam bahasa Inggris, rumput laut diartikan sebagai “Seaweed”. Sumberdaya ini biasanya dapat ditemui di perairan yang berasosiasi dengan keberadaan ekosistem terumbu karang. Rumput laut alam biasanya dapat hidup di atas substrat pasir dan karang mati. Beberapa daerah pantai di bagian selatan Jawa dan pantai barat Sumatera, rumput laut banyak ditemui hidup di atas karang-karang terjal yang melindungi pantai dari deburan ombak.

Rumput laut merupakan tumbuhan laut jenis alga. Tanaman ini adalah gangang multiseluler golongan divisi thallophyta. Berbeda dengan tanaman sempurna pada umumnya, rumput laut tidak memiliki akar, batang dan daun. Jenis rumput laut sangat beragam, mulai dari yang berbentuk bulat, pipih, tabung atau seperti ranting dahan bercabang-cabang. Seperti layaknya tanaman darat pada umumnya, rumput laut juga memiliki klorofil atau pigmen warna yang lain. Secara umum, rumput laut yang dapat dimakan adalah jenis ganggang biru (cyanophyceae), ganggang hijau (chlorophyceae), ganggang merah (rodophyceae) atau ganggang coklat (phaeophyceae).

Selain hidup bebas di alam, beberapa jenis rumput laut juga banyak dibudidayakan oleh sebagian masyarakat pesisir Indonesia. Contoh jenis rumput laut yang banyak dibudidayakan diantaranya adalah Euchema cottonii dan Gracelaria sp.

Kandungan Nutrisi Rumput Laut

Rumput laut mempunyai kandungan nutrisi cukup lengkap. Secara kimia Baca selanjutnya…

Kandungan Omega 3 Ikan Laut

tuna

Kandungan Omega 3 Ikan Laut

Untuk Kecerdasan Otak dan Mencegah Penyakit Deneratif


Beruntunglah kita yang tinggal di negara yang mempunyai bentangan laut yang sangat luas dengan segala kekayaan alam yang ada di dalamnya, khususnya ikan laut. Meskipun tingkat konsumsi ikan masyarakat Indonesia masih rendah dibandingkan negara negara lain, tapi grafiknya terus meningkat dari tahun ke tahun.

Ikan laut memiliki berbagai kandungan gizi yang sangat komplit yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Mengkonsumsi ikan laut sejak dini dapat meningkatkan perkembangan dan kecerdasan otak anak serta mencegah datangnya beberapa penyakit degeneratif (penyakit yang mengiringi proses penuaan).

Salah satu kandungan gizi yang sangat penting pada ikan laut adalah omega 3 (EPA dan DHA). Beberapa jenis ikan laut dengan kandungan omega 3 yang banyak dijual di pasaran Indonesia adalah ikan tuna, ikan tongkol, ikan tenggiri, ikan layang, ikan kembung dan ikan lemuru.

Peran omega 3 untuk kecerdasan dan pencegahan beberapa penyakit degeneratif dimulai pada Baca selanjutnya…

Siklus Hidup Ikan Salmon

ikan-salmon

Perjuangan dan Siklus Hidup Ikan Salmon


Ikan Salmon, satu dari sekian banyak jenis ikan yang banyak mengandung nilai gizi yang sangat bermanfaat bagi manusia. Jenis ikan ini dapat hidup di perairan tawar dan laut, dan merupakan salah satu komoditi hasil perikanan yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Terlepas dari semua itu, judul di atas akan menjadi topik utama tulisan ini sekedar untuk menambah pengetahuan kita bersama.

Siklus hidup ikan salmon bermula di perairan tawar (sungai), disini telur telur ikan salmon menetas (biasanya pada bulan November) dan disini perjuangan hidupnya bermula. Tingkat kematian ikan salmon pada tahap ini sangat besar. Dari total jumlah telur yang dibuahi, lebih kurang setengahnya yang berhasil menetas. Ikan salmon yang baru menetas ini dinamakan “alevin” yang hidup di antara tumpukan kerikil di dasar sungai dengan memakan plankton. Setelah persediaan makanan habis, alevin akan keluar dari kerikil dasar sungai (bulan Mei/Juni), pada tahap ini ikan salmon dinamakan “Fry”. Fry kemudian tumbuh dan berkembang menjadi “smolt” yang kemudian bergerak ke muara sungai menuju ke lautan lepas.

Tahun pertama hidup di lautan merupakan tahap kritis ikan salmon menghadapi pemangsanya. Predator yang Baca selanjutnya…

Ubur-ubur

ubur-ubur

Ubur Ubur, Si Cantik dan Beracun yang Mengubah Dunia Kedokteran


Kita tentu pernah membaca, mendengar dan melihat salah satu biota laut yang bernama “ubur ubur”. Menjijikkan!!! Sebagian orang mungkin akan berkomentar seperti itu ketika melihat ubur ubur yang terdampar di pasir pantai terbawa ombak, lembek, tidak jelas bentuknya dan tertutup pasir. Tapi coba lihat ubur ubur di dalam perairan atau aquarium raksasa yang sedang berenang! Alangkah cantik mahluk ciptaan Allah SWT yang satu ini.

Ubur ubur adalah salah satu jenis biota laut yang 95% tubuhnya terdiri dari air dan tidak mempunyai tulang belakang. Biota laut ini bisa hidup hampir disemua iklim. Tubuhnya bertentakel (organ yang menyerupai belalai), tanpa mata dan otak. Ada yang mempunyai mulut dan ada yang tidak. Mempunyai gelembung udara di bagian atas tubuhnya dan segumpal daging berwarna biru, karena itu dinamakan “Jellyfish”.

Kenapa dikatakan cantik??? Baca selanjutnya…

Bakteri Clostridium Botulinum Pada Ikan Kalengan

ikan-kaleng

Bakteri Clostridium Botulinum

Dibalik Nikmatnya Ikan Kalengan


Siapa yang tidak kenal ikan, salah satu bahan pangan hewani yang kaya akan kandungan protein, asam lemak tak jenuh, vitamin dan mineral yang sangat penting bagi tubuh. Disamping itu, ikan juga termasuk salah satu bahan pangan yang mudah rusak/busuk sehingga memerlukan penanganan dalam pengolahannya. Salah satu bentuk produk teknologi pengolahan ikan ini adalah “ikan kalengan” yang kini banyak dijual dan dikonsumsi masyarakat.

Salah satu tujuan dari penglengan ikan adalah agar bahan pangan dapat disimpan lebih lama. Ikan kalengan yang kita lihat dan konsumsi tersebut merupakan hasil dari berbagai tahap tahap produksi yang sudah memiliki standarisasi untuk menjaga mutu dan layak untuk dikonsumsi. Baca selanjutnya…